TEMPO.CO , Jakarta:Pimpinan Pondok Pesantren Darul Akhfiya Nasiruddin Ahmad alias Landung Triwibowono ditetapkan sebagai tersangka bukan dalam hal terorisme sebagaimana laporan warga Desa Kepuk, Kertosono, Nganjuk, Jawa Timur. Ia menjadi tersangka kasus administrasi kependudukan. Nasiruddin diduga memiliki kartu tanda penduduk ganda.
"Disangka dengan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2006 tentang Kependudukan dengan ancaman hukuman enam tahun," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Kepolisian RI Brigadir Jenderal Boy Rafli Amar, Senin, 19 November 2012.
Dalam kasus pelatihan yang mengarah kepada aksi teror, Boy menganggap Nasiruddin dan para santrinya tak terbukti bersalah. Karena itu para santri tersebut dibebaskan dari tahanan.
Pada 11 November lalu, Kepolisian menangkap Nasiruddin bersama 49 santrinya karena diduga melakukan pelatihan mengarah ke aksi teror. Polisi menyita senjata api rakitan, senjata tajam, pipa yang diruncingkan, buku jihad, dan bendera bertuliskan Gerakan Masyarakat Islam.
Menurut Boy, meskipun Nasiruddin dan para santrinya tidak terbukti melakukan pelatihan teror, Pondok Pesantren Akhfiyah tetap ditutup dengan pertimbangan keresahan dan meredam gejolak warga sekitar. Pesantren tersebut juga diduga tak memiliki izin. (Baca: Pondok Darul Akhfiya Berdiri di Kompleks Non-Muslim)
"Pesantren ini sudah berpindah-pindah. Sejak satu tahun lalu berada di daerah ini (Nganjuk)," kata dia.
RUSMAN PARAQBUEQ
Berita Terpopuler
Cara Memutus Kendali Narkoba di Penjara
Menanti Tersangka Skandal Bank Century dari BI
Begini Kendali Perdagangan Narkoba dari Penjara
Demokrat Siap Bendung Rencana Interpelasi
Kata BNN Soal Grasi Ola
Anda sedang membaca artikel tentang
Pimpinan Darul Akhfiya Tersangka Kasus KTP Ganda
Dengan url
https://kriminalitasheboh.blogspot.com/2012/11/pimpinan-darul-akhfiya-tersangka-kasus.html
Anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya
Pimpinan Darul Akhfiya Tersangka Kasus KTP Ganda
namun jangan lupa untuk meletakkan link
Pimpinan Darul Akhfiya Tersangka Kasus KTP Ganda
sebagai sumbernya
0 komentar:
Posting Komentar